20.2 C
Garut
Minggu, Oktober 17, 2021
spot_img
BIJ MOBILE KORAN BARU
glau-ads
SMPN 1 Garut - 01022021
previous arrow
next arrow

GmnI Kritisi Bupati Garut atas Perubahan RPJMD untuk Pembangunan GOR dan Jalan Lingkar Selatan

GARUT, jabarbicara.com– Perubahan RPJMD kabupaten Garut sudah di bahas pada Kamis (28/01/2021) di ballroom hotel Harmoni jalan Cipanas baru kecamatan Tarogong Kaler Kabupaten Garut.

Bupati Garut Rudi Gunawan menyatakan RPJMD dengan tema rescue dan recovery ini menyesuaikan dengan RPJMN, dilakukan di tengah pandemi COVID-19.

Selain itu Ada Indeks Pembangunan Manusia (IPM), dan program unggulan seperti pembangunan GOR dan Lingkar cipanas yang menjadi focus dan diperkuat oleh wakil ketua DPRD, Muhammad Romli yang mengatakan bahwa saat-saat seperti ini momentum strategis. Seperti dikutip dari laman resmi dara.co.id

Hal ini mendapatkan reaksi dari GMNI Garut salahsatunya Bendahara umum DPC GmnI Garut, Farhan Fauzi Adnan.
Farhan menilai ada hal yang harus diperhatikan oleh pemerintah yaitu terkait dengan bencana.

“kalo rescue dan recovery saya akui memang sangat penting dan harus menjadi prioritas tetapi kita juga harus memperhatikan potensi bencana di Kabupaten Garut karena menurut saya potensi bencana di Garut itu sangat tinggi,” ucapnya, Minggu (31/01/2021).

Bencana tersebut salahsatunya longsor, ada beberapa daerah yang mengalami bencana ini seperti di Talegong dan lain-lain ini cuaca dan situasi sangat berbahaya bagi masyarakat, bencana memang sulit di prediksi tetapi pemerintah bisa memaksimalkan upaya pencegahan, karena ini terkait dengan keselamatan masyarakat, jadi dalam kondisi apapun tidak boleh di abaikan jangan sampe setelah kejadian baru di perhatikan, sebaiknya pembangunan GOR dan lain-lain itu bisa di tunda dulu karena ada hal yang lebih urgent apalagi pembangunan seperti itu juga tidak kunjung selesai, dan banyak permasalahan, jadi jangan sampai ini di politisasi oleh wakil ketua DPRD, dibilang momentum yang tepat lah, strategisl lah, itu hanya kepentingan.

Oleh karena itu sangat penting potensi bencana juga menjadi prioritas pemerintah, karena bencana hidrometeorologi masih mendominasi ada 236 kejadian di tanah air sejak 1 januari itu data dari BNPB jadi sangat urgent permasalan bencana ini”, ujar Farhan.

Ketika ditanya mengenai IPM Garut Farhan menyatakan keprihatinannya karena menurun, 0,01, ” ya tentunya saya sangat prihatin dengan kondisi ini menurun kebetulan saya juga kuliahnya di pendidikan, kita di GmnI juga tidak bisa berbuat banyak ruang gerak kita sekarang terbatas, kita hanya bisa memaksimalkan media untuk melakukan edukasi karena itu tugas GmnI sebagai organisasi yang selalu mengutamakan kepentingan rakyat dalam membantu pemerintah khususnya kabupaten Garut, lebih lanjut kami juga ingin berdiskusi dengan Dinas Pendidikan Garut dan beberapa stakeholder yang berkaitan dengan IPM, tetapi situasinya sangat sulit,” pungkasnya. (Fitri/Gb)

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

22,441FansSuka
2,985PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Artikel Terbaru

spot_img



spot_img
Translate »